• 16

    Jan

    Apakah "adopsi" sebuah solusi?

    Judul ini, sudah berkecamuk dipikiran saya semenjak 3x inseminasi yang belum membuahkan hasil, dan semakin membahana saat rasa down disaat ikhtiar pijit alternatif kami sudah menginjak ketiga kali, yang berarti kami tidak akan melakukan ikhtiar ditempat itu lagi ( Bu canut, Kemang). Bulan Ramadhan tahun 2013, kembali suasana hati saya mendadak melow. Jadwal haid yang panjang, selain mengganggu ibadah puasa saya juga akan mengganggu promil alternatif kami. Bagaimana tidak, kesempatan ketiga ini, saya sangat berharap agar jadwal haid normal (7 hari), namun hingga lewat 10 hari, haid ini masih ada meski tinggal sedikit. Masa subur yg secara medis ga terlalu panjang, menjadi asa kami untuk mendapatkan buah hati, menggenapkan ikhtiar kami. Namun do’a kami belum dikabulkanNya. Hal ini lah
  • 22

    Jul

    Inseminasi ketiga (masih berjuang)

    Ini inseminasi yg ketiga kami lakukan, masuk dalam rangkaian ikhtiar kami dalam usaha mendapatkan keturunan. Sebenarnya ini adalah posting-an yang tertunda karena kami menjalaninya di bulan Mei yang lalu tepatnya 1 hari sebelum hari ultahku. Berharap keajaiban datang dan memberikan kado ultah kami sepakat ‘tuk mencoba lagi inseminasi, meskipun usaha inseminasi yang sudah 2 kali kami jalani belum membuahkan hasil. Ruangan Klinik Mlati Harkit Setelah persiapan dengan memakan obat penyubur dan disuntikkan pemecah sel telur serta USG ‘tuk melihat kesiapan telur akhirnya tanggal 28 Mei aq menjalani insem yang ketiga. Sempat ribet karena dokter menyarankan tuk menahan kenc*ng sebelum insem, ternyata karena kelamaan menunggu pertahananku jebol, akhirnya ke toilet juga. Baru saja da
  • 22

    Jul

    Setelah 5 tahun tidak sholat tarawih di mesjid

    Bulan ramadhan kali ini cukup istimewa bagi saya, mengapa?. 5 tahun sudah sholat tarawih yang lazimnya umat muslim lakukan di mesjid, dengan terpaksa saya harus melaksanakannya di rumah. Semua itu bukan tanpa alasan (mencari kambing hitam he.he) Bulan ramadhan tahun 2007, merupakan bulan Ramadhan pertama saya menjadi istri, meskipun sebenarnya itulah momen kami ‘tuk dapat beribadah bersama namun kami tidak bisa menjalankan ibadah dengan maksimal, jarak rumah dengan tempat kerja yang membuat kami sering berbuka puasa di “jalan”, membuat harapan ‘tuk dapat sholat tarawih di mesjid pun pupus. Tak jauh berbeda dengan bulan ramadhan thn 2008 dan 2009, thn 2008 meskipun saya sempat mengontrak di daerah Jakarta tapi kondisi yang baru sampai di rumah menjelang maghrib dita
-

Author

Follow Me