Agha kena Roseola Infantum

9 Jul 2015

Beberapa hari sebelum tanggal 7 Juni, agha mulai manja sm ibunya. Saat Ibunya pulang kerja bawaannya selalu pengen digendong, malam pun lbh rewel dari biasanya. Setiap bangun yang biasanya cukup dikasih ‘nen’ skrng dibumbui dengan sedikit rengekan. Tanggal 6 sore, saat ibu masi di kantor, ibu menerima WA dari mba-nya Agha yang menyatakan kalo Agha panas. Benar… setelah ibu pulang dan bertemu Agha, Agha terlihat lemes dan panas, diukur suhu badannya sekitar 38,7 oC. Tidur dengan masih banyak rengekan, dan bangun pagi dengan kondisi yang lebih baik. Agha sempat pagi2 diajak jalan sama ibu. mendekati jam 3 sore badan Agha kembali panas, akhirnya hbs maghrib Agha kami bawa ke rumkit hermina. Karena tidak ada praktek dokter hari itu akhirnya kami masuklwt ugd dan dikasih penurun panas yang dr an*s oleh dokter serta obat oral lainnya.

Langsung pulang dan berharap panas Agha akan turun. Ternyata panasnya tetap turun naik, turun dikit dan naik lagi. karena Agha sering terlihat seperti kaget (ibu blm tau apakah itu ciri2 step atau bukan) dan sama skali tidak bisa tidur, akhirnya Agha kami bawa lagi ke rumkit. sesaat tiba di rumkit, akhirnya Agha disarankan tuk dirawat mengingat suhu tubuh Agha sampai 38,8 oc. langsung pemeriksaan darah, saat di ambil darah Agha terlihat dehidrasi karena darahnya sangat kental, setelah itu langsung diinfus oleh suster. Hasil darah, trombosit sudah dibawah batas normal dan leukosit msh normal namun mendekati batas. Dugaan awal bisa infeksi, bisa virus, typus atau DB. akhirnya Agha menginap di hermina malam itu. Hasil cek darah typus negatif.

Menurut dokter Agha harus observasi dulu karena penyebab panasnya belum ketahuan. pengecekan DB baru diketahui setelah hari ke berapa gitu dari pertama panas. cek darah kedua trombosit Agha dan leukosit smkn turun, dan panas juga msh naik turun, masih disuruh nginap sama dokter di rumkit. Hari selasa pagi Agha di cek lagi darahnya dan alhamdulillah trombositnya dah naik meski leukositnya msh blm normal, dan DB negatif alhamdulillah. Dokter memastikan kalo Agha kena roseola. Langsung googling ternyata roseola mirip2 sama campak dkk, bedanya roseola baru muncul merah setelah panas turun. Meski msh demam kami mohon izin untuk membawa Agha pulang, seperti biasa kami harus menanda tangani surat bahwa permintaan sendiri.

Pada dasarnya kami bersikeras untuk membawa Agha pulang karena Agha terlihat stres di rumkit setiap ada yang masuk Agha langsung nangis karena takut disuntik atau dipasan infus. Agha trauma akibat sering banget jarum infusnya copot sehingga Agha disuntik lagi dan lagi, bahkan malam terakhir Agha ga pake infus karena Agha nangis kejer padahal pemasangan masih belum berhasil. Akhirnya suster mengatakan kalo sementara nenangin Agha dulu.

Saat pulang, mulai muncul merah2 di pipi dan belakang kuping Agha. Karena sudah melihat pasien roseola di google, kami menyiapkan “bathin” jika Agha memerah sebagian besar tubuhnya. Tapiii alhamdulillah sampai Agha sembuh total merah2 di tubuh Agha tidak banyak dan Alhamdulillah Agha sembuh kembali.


TAGS roseola anak merah virus


-

Author

Follow Me