Pengalaman Imunisasi Baby Agha dari 0 bulan

21 Jul 2014

Sebagai ortu yang baik dan sesuai dengan anjuran Ikatan Dokter Anak Indonesia yang terdapat dalam buku perkembangan anak, maka dengan disiplin kami selalu membawa baby Agha tuk dimonitor perkembangan dan diberikan vaksinasi. Berikut pengalaman vaksinasi Agha dari umur 0 bulan (akan diperbaharui sesuai dengan waktu berjalan, insyaallah) :

1. Hepatitis B 1 (merk Engerix-B), fungsi melindungi dari infeksi hepatitis B dari masa kanak kanak - dewasa, menghilangkan resiko infeksi juga menurunkan resiko sirosis hati, penyakit hati kronis dan kanker hati. Diberikan di rumah sakit saat Agha berusia 2 hari (28 april 2014), disuntik di paha yang sukses membuat kami mendengar tangis Agha yang keras. Vaksin ini disuntikkan oleh dr. Toto Wisnu, SpA di ruang Larat RSAB harapan Kita. Reaksi : Tidak rewel/panas.Saat pulang dari rumkit, dapat pengantar untuk kontrol dan imunisasi Agha ke klinik bayi sehat pada hari jumat, hari keenam dari kelahiran Agha. Sampai rumah sempat mikir dimana posisi klinik bayi sehat yang dimaksud, karena hampir 5 tahun mondar mandir belum pernah baca tulisan nama klinik ini. Alhasil sebelum hari jumat nelpon customer service-nya harkit tuk menanyakan lokasinya, ternyata klinik ini beda gedung dengan gedung utama, persisnya di sebelah kiri saat pertama masuk, deket dengan parkiran motor. Pas datang hari jumat yang akhirnya Agha dinyatakan kalo bilirubinnya tinggi dan tidak jadi divaksin, saya sempatkan bertanya kepada petugas di bagian pendaftaran, beda klinik bayi sehat ini dengan klinik anak yg didalam (alamanda, aster dll). Ternyata jawabannya. “Bu klinik POTAS atau poliklinik terpadu anak sehat ini khusus untuk anak sehat, untuk imunisasi dan melihat perkembangan anak, kalau yang didalam gedung utama itu untuk anak yang sakit.” Ho..ho.. Ternyata o ternyata. Teringat cerita sepupu tentang anaknya yang sering sakit gara-gara ketularan pasien /anak lain saat antri imunisasi di rumkit. Alhasil rencana tuk pindah ke rumkit yang dekat rumah batal lagi, dengan alasan nunggu Agha agak kuat (kekebalan tubuhnya) baru deh pindah rumkit.

2. Polio, fungsi untuk melindungi terhadap polio hingga lebih dari 95%. Diberikan di potas (poliklinik terpadu anak sehat RSAB harapan kita) pada usia 9 hari ( 5 Mei 2014) dengan cara oral/ditetesi. Seharusnya diberikan saat Agha usia 6 hari, tapi karena bilirubin Agha agak tinggi (13,5), ditunda. Akhirnya diberikan saat test darah pada usia 9 hari, dimana hasil test darah menunjukkan angka normal, 11-an. Periksa dengan dr. Agnes, SpA. Reaksi : tidak rewel/panas. Biaya 150 rb (vaksin) + 85 rb (konsul dan karcis)

3. Hepatitis B 2 (Engerix-B), diberikan saat usia Agha 1 bulan (26 Mei 2014) di potas harkit, dengan cara disuntik, disuntikkan oleh dr. Daulika, SpA. Reaksi : tidak rewel/panas.dba60f80395e27db30800b0c5d4e96f2_image

4. BCG dan DPT/polio/Hib ( merk infanrix IPV-HIB). BCG, fungsi melindungi terhadap bentuk berat dari infeksi oleh Mycobacterium tuberculosis, penyebab penyakit TBC. DPT, fungsi melindungi anak dari difteria (infeksi berat pada tenggorokan), tetanus (bakteri yang memproduksi toksin pada luka) , pertusis (batuk rejan). Hib, fungsi melindung anak dari bakteri haemophilus influenza tipe B yang merupakan penyebab terbanyak meningitis. Diberikan saat usia Agha 2 bulan kurang 3 hari (23 juni 2014) oleh dr. henny, SpA di Potas Harkit. Menurut info dari dokter, vaksin yang diberikan yang tidak pakai panas namun masih memungkinkan ada demam sebanyak 5 %, disuntikkan di lengan dan paha. Suntikan dilengan biasanya akan seperti bisul setelah sbulan dan nantinya akan meninggalkan bekas. Tapi alhamdulillah di lengan Agha tidak tumbuh bisul (apa karena ga bereaksi ya:-( ). Reaksi : tidak demam/rewel. Biaya Rp. 482.500,- (BCG 53, IPV 429) + Rp. 85.000,- (karcis dan konsul). Ada cerita lucu nih, sebelum divaksin dokter menanyakan apakan setuju tuk disuntik di lengan, mengingat akan meninggalkan bekas, karena berdasarkan pengalaman beliau ternyata ada ortu pasien yg keukeuh minta di paha meski aturan internasionalnya di lengan. Dan kata dokter Henny, “saya menyarankan tuk tetap di lengan bu, karena kalau nanti anak ibu kuliah di Harvard, maka tanda di lengan ini akan dicari, karena orang “sono” takut banget ketularan. Tapi kalo di Nanyang ga pernah ditanya.” Jadi senyum-senyum ngebayangin Agha kuliah di Harvard. Aamiin, tp ngemeng2 apa iya ada pasien “disini” yg kuliah di Harvard yak he.heupdate pada 10 agustus atau 1,5 bulan setelah divaksinasi si bisul akhirnya muncul juga, dan stelah ketemu dokter yang memberi vaksin waktu itu ternyata memang munculnya bisul antara 1-2 bulan

5 PCV (vaksin IPD) dan Rotavirus, Fungsi PCV melindungi dari infeksi pneumokokus yang merupakan penyebab terbanyak infeksi serius meliputi pneumonia, infeksi darah dan meningitis bakterialis. Vaksin Rotavirus melindungi dari Rotavirus yang merupakanpenyakit menular penyebab terjadinya rotavirus gastroenteritis dengan ciri diare, muntah, demam dan sakit perut berkepanjangan. Penyakit ini dapat menyerang tanpa aba-aba dan cukup berbahaya terutama pada bayi. Diberikan saat Agha usia 3 bulan kurang 5 hari ( 21 juli 2014) oleh dr. Dina, SpA di Potas Harkit. Pemberian lewat oral dan suntikan di paha. Setelah disuntikkan Agha nangis lebih lama dr biasa, padahal dokternya ceria n ramah banget, tapi sepertiny plus efek ngantuk he,he. Biaya Rp. 820.500,- ( synflorix 540, rotarix 280) + Rp. 85.000 (karcis dan konsul).

6. DPT/polio/Hib ( merk infanrix IPV-HIB). DPT, fungsi melindungi anak dari difteria (infeksi berat pada tenggorokan), tetanus (bakteri yang memproduksi toksin pada luka) , pertusis (batuk rejan). Hib, fungsi melindung anak dari bakteri haemophilus influenza tipe B yang merupakan penyebab terbanyak meningitis. Diberikan saat usia Agha 3 bulan kurang 23 hari (18 agustus 2014) oleh dr. henny, SpA di Potas Harkit. Reaksi : agak rewel, sepertinya karena kurang tidur juga. Biaya Rp. 429.000,- (vaksin) + Rp. 85.000,- (karcis dan konsul).

7. PCV (IPD) dan Rotavirus 2, Fungsi PCV melindungi dari infeksi pneumokokus yang merupakan penyebab terbanyak infeksi serius meliputi pneumonia, infeksi darah dan meningitis bakterialis. Vaksin Rotavirus melindungi dari Rotavirus yang merupakanpenyakit menular penyebab terjadinya rotavirus gastroenteritis dengan ciri diare, muntah, demam dan sakit perut berkepanjangan. Penyakit ini dapat menyerang tanpa aba-aba dan cukup berbahaya terutama pada bayi.Diberikan saat Agha usia 4 bulan 19 hari (15 september 2014) oleh dr. Henny, SpA di Potas Harkit. Pemberian lewat oral dan suntikan di paha. Biaya Rp. 863.500,- ( synflorix 566.500, rotarix 295) + Rp. 85.000 (karcis dan konsul). Ternyata rotavirus diberikan 2x aja. Ketika saya bertanya ke dokter kenapa ada yg 3 x , jawaban dokter ada jenis vaksin yang 3x, yang diberikan ke agha cukup 2x (setelah googling2 ternyata rotarix jenis monovalen diberikan 2x sedangkan rotateq diberikan 3x) . Dan ternyata lagi saudara2 harga vaksinnya naik:-(. Setelah googling lagi ternyata rotavirus termasuk vaksin yg penuh pro kontra karena berasal dari binatang haram (b*bi) namun karena peningkatan resiko bayi yang dirawat karena rotavirus maka akhirnya vaksin ini tetap diedarkan dengan label “darurat” dan belum ada vaksin lain yg halal.

8. DPT Hib IPV, diberikan pada tanggal 14 Oktober saat Agha berumur 5 bulan 18 hari. Diberikan oleh dr Amril Sp.A dan saat disuntik Agha ga nangis sama sekali hanya kaget sedikit. Dan ternyata saudara2 biaya konsultasi dan administrasi di potas harkit naik dari 70 ribu jadi 150 rb dan administrasi dari 15 rb jadi 25 ribu. vaksinnya infanrix 433 rb.

9. Hep B3, diberikan tanggal 28 oktober, saat Agha berumur 6 bulan 2 hari oleh dr. Amril Sp.A di potas Harkit, berat Agha 8,4 kg, biaya 175 + 82 engerix 0,5ml

10. PCV 3, Agha usia 6 bln 22 hari, biaya synflorix 518+alkohol 2 rb+dokter dan karcis 175, dengan dr. Amril SpA

11. Campak, diberikan saat usia Agha 9 bln kurang 5 hari , biaya 175 +38 rb, di potas harkit

12. Cacar air, jadwal vaksinasi cacar air agha seharusnya pada awal mei, namun di potas harkit vaksin cacar air lagi kosong, nyoba telp ke eka hospital, buah hati, hermina juga kosong. setelah posting di fb eh ada yang nyaranin coba tanya di rumah vaksin, dan ternyata ada namun stoknya terbatas. tanggal 12 mei kami akhirnya menuju rumah vaksin pusat. 1 jam diperjalanan akhirnya kami sampai di rumah vaksin pusat yang berada di jakarta timur. Karena dr piprim sedang berhalangan maka digantikan dokter pengganti yaitu dokter dimas, ramah sama Agha, vaksin yg diberikan valirix dg biaya total 450 ribu. Usia agha 1 th 16 hari

13. PCV 4, tanggal 1 Juli 2015, diberikan di rumah vaksin pusat dengan dr. Piprim

14. MMR, Agha vaksin MMR di Hermina pada 26 Agustus 2015 (usia Agha 1 th 4 bulan), setelah cek di harkit kosong dan ternyata di Hermina ada, akhinya vaksin disana dengan dr Hetty N, biaya Rp. 299750.

15. Vaksin DPT, Hib, namun karena vaksinnya tidak sekaligus IPV, dg konsultasi akhirnya polio ditambahkan dg yang oral/tetes. dr yang menangani dr. Yenny Purnama (usia Agha 18 bulan)

16 Pada usia Agha 24-25 bulan Agha dijadwalkan untuk vaksin Hep A atau typhim, namun dari semua rumkit yang dihubungi  stok vaksin tersebut kosong, dan akhirnya baru ada pada bulan Agus 2016 di harkit. Karena Agha sempat sakit akhirnya baru divaksin pada bulan September 2016 (vaksin kita beli terlebih dahulu dan disimpan di potas). Agha sekaligus divaksin Hep A dan Thypim di potas harkit dengan harga vaksin 130 - an Thypim dan 318 ribu rupiah Hep A (diluar konsult dokter dan karcis)

 


TAGS Imunisasi vaksinasi Potas Bayi biaya Demam rewel Rotavirus


-

Author

Follow Me